Persepsi

Persepsi

(Refleksi 017 - AKG PKN)

Pada saat kita akan mengajak ananda untuk berlibur ke suatu tempat baru, tentu kita tidak langsung menuju ke lokasi melainkan sebelumnya kita berdiskusi terlebih dahulu. Diskusi yang disajikan bukan sekedar komunikasi teknis tentang bagaimana cara kita menuju hingga sampai pada tujuan. Juga bukan sekedar durasi waktu di lokasi liburan. Melainkan kita perlu menghadirkan gambaran tentang lokasi liburan tersebut, yang dengannya ananda akan bisa mengimajinasikan hal-hal yang bisa dia lakukan pada lokasi tersebut. Imajinasi positif yang dengannya akan muncul kesediaan dan bahkan keinginan untuk berangkat ke tempat tujuan tersebut. Persepsi positif ini yang akan membantu ananda untuk memunculkan niyat dalam diri. Niat ananda yang tidak membutuhkan motivasi dari orang lain dan bahkan berkenan struggle menjalani proses perjalanan yang mungkin membutuhkan energi yang tidak sedikit.

Persepsi.
Faktor penting dalam menumbuhkan seseorang dalam beraktivitas. Persepsi yang positif terhadap suatu amalan, akan berpotensi memunculkan harapan akan hasil dari amalan tersebut. Hasil yang akan memberikan feedback positif bagi individu yang bersangkutan. Sebaliknya pesepsi yang negatif akan berdampak pada potensi kondisi kontradiktif atas kemungkinan munculnya amalan tersebut.

Bila kita geser ke ruang lingkup pendidikan sholat, maka individu yang memiliki persepsi positif tentang sholat, akan berpotensi memiliki niat yang kuat untuk melaksanakannya.
Mereka bahkan tidak membutuhkan motivasi eksternal, melainkan tanpanya akan dijalankan dengan senang hati.

Sebaliknya, persepsi negatif tentang sholat akan menghasilkan keengganan untuk menjalankan sholat. Bahkan, sedemikian banyak kata-kata motivasi yang diperdengarkan, tidak mendongkrak kualitas amalan yang dilakukan.

Dengan demikian…untuk menumbuhkan amalan ibadah ananda….
Selayaknya kita membangun persepsi yang baik tentang suatu ibadah, sebelum kita memerintahkan ananda untuk menjalankan dan membiasakan.
Hal ini yang kita bisa pelajari dari Rasulullah saat membangun persepsi positif kepada para shahabat kecil tentang sholat, sebelum mereka diperintah untuk melaksanakannya…

Wallahu a’lam…

portal.karakternabawiyah.com

Scroll to Top