Akses Pikiran Bawah Sadar
Akses Pikiran Bawah Sadar Akses untuk Meningkatkan Daya Belajar (Refresh dan refleksi) “Sepertinya saya pernah ketemu antum Ustadz…. tapi dimana ya?” “Benar…kayaknya saya juga kenal antum….” Percakapan singkat yang hampir setiap individu pernah mengalami. Situasi yang menggambarkan kemampuan manusia mengingat wajah seseorang yang pernah ditemuinya. Terlepas jeda waktu pertemuan yang telah terjadi mungkin bisa sekian tahun lamanya. Hal yang mirip. Bila kita masuk pada suatu area / tempat yang sebelumnya pernah kita lewati, maka kita cenderung mampu mengingat gambaran pernak-pernik tampilan lingkungan tersebut dibandingkan nama-nama identitas tempat tesebut, seperti nama jalan, nama toko/warung. Kita cenderung akan mengungkapkan, “ tempatnya pagarya warna putih….” “ letaknya di pojokan….” “ patokannya itu setelah melewati jembatan, rumah yang ada pohon mangga…..” Atau hal semisal lainnya… Eksperimen berlanjut. 26 orang anak tersebut didampingi oleh teman dekat mereka yang lebih dewasa. Hanya saya pendampingi tersebut hanya memberi dukungan berupa pujian dan Ungkapan, seperti “….wah keren temuan kalian….lanjutkan lagi…”“eh, gimana yang kalian dapati?….bagus banget itu…”Atau ungkapan dukungan positif lainya…. Dari kondisi di atas akhir, secara singkat kita bisa memahami bahwa indvidu lebih mudah mengingat gambar dibandingkan tulisan, rupa dibandingkan kata. Terlepas sebagian orang mampu mengingat detil dan ada yang hanya secara global. Visualisasi. Itu yang pikiran kita lakukan. Membuat visualisasi dalam pikiran kita. Memunculkan representasi internal, kemudian menyimpannya dalan memori. Tidak terbatas pada apa dan bagaimana obyek yang nampak. Yang menarik, sejatinya visualisasi ini adalah salah satu akses kita ke dalam memori jangka panjang yang terletak di pikiran bawah sadar. Gambar hasil visualisasi dalam pikiran kita memberikan potensi data spesifik yang unik dan berbeda antara satu dengan yang lain, termasuk dalam hal rupa manusia. Semakin unik, semakin spesifik, maka potensi data tersebut akan tersimpan semakain kuat. Oleh karena itu bila kita ingin mendapatkan kemampuan mengingat yang lebih baik dari kondisi normal, maka kita bisa menghadirkan visualisasi terhadap obyek yang kita ingin ingat, apapun itu. Baik benda riil, tulisan atau deretan angka-angka. Dalam proses pembelajaran, maka hal ini bisa kita ‘transferkan’ kepada para siswa kita (dengan syarat kita memiliki bahan transfer tersebut hehe…). Bila kita ingin mengingat suatu hal yang penting sehingga masuk dalam memori jangka panjang salah satunya adalah dnegan menghadirkan visualisasi atau representasi internal dalam pikiran kita. Dan salah satu pembelajaran yang memudahkan hadirnya proses mengingatkan dengan baik adalah pembelajaran alamiah, pembelajaran yang menghadirkan obyek secara langsung yang di sana akan sangat memudahkan proses visualisasi siswa. Adapun salah dua-nya adalah penggunaan mind map dalam penulisan. Pada pencatatan dengan mind map, kita disarankan untuk menghadirkan gambar yang merepresentasikan makna poin-poin yang sedang kita pelajari, sehingga dengannya memudahkan terakses dalam pikiran dan diinput ke dalam memori jangka panjang. Wallahu a’lam. (Merujuk: Lejitkan Memori 1000%)