Ga Perlu Membuat Pembelajaran

Ga Perlu Membuat Pembelajaran

(Refresh dan refleksi)

(Prof) Sugata Mitra.
Saat Ust Abdul Kholiq hafidzahullah, menyebutkan nama tersebut, amigdala saya seolah mengakses data sebagian memori masa lalu, saat menyimak paparan sang profesor dalam tayangan TED dengan tema Child– Driven Education, terkait eksperimen bagaimana seorang anak memiliki kemampuan untuk mengorganisasi dirinya sendiri dalam melakukan pembelajaran, walau tanpa bantuan guru secara langsung.
Mereka memiliki kemampuan untuk mengeksplor hal-hal baru yang mereka ingin ketahui meskipun ada kendala – kendala di dalamnya.

Di antara eksperimen yang dilakukan, Pak Sugata menempatkan perangkat komputer yang telah terinstal aplikasi (berbahasa Inggris tentunya) serta terhubung dengan internet. Kemudian beliau memberikan tugas kepada 26 anak desa India berusia kurang lebih 12 tahun (yang tidak memiliki pembelajaran formal sebelumnya, termasuk Bahasa Inggris) terkait boteknologi. Hanya dengan perangkat tersebut, mereka diberi tantangan untuk menjawab pertanyaan.

Selang waktu 2 bulan,
Pak Sugata menemui anak- anak tersebut, dan yang menarik, pengetahuan mereka mampu meningkat 30% (dari sebelumnya yang tidak tahu sama sekali).

Eksperimen berlanjut.
26 orang anak tersebut didampingi oleh teman dekat mereka yang lebih dewasa. Hanya saya pendampingi tersebut hanya memberi dukungan berupa pujian dan Ungkapan, seperti
“….wah keren temuan kalian….lanjutkan lagi…”
“eh, gimana yang kalian dapati?….bagus banget itu…”
Atau ungkapan dukungan positif lainya….

Hasil eksperimen menunjukkan kemampuan 26 santri meningkat menjadi 50%.

Dari eksperimen ini, menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk mampu memanajemen dirinya sendiri untuk belajar mandiri. Hal itu terjadi pada setiap anak. Dengan syarat….mereka tertarik akan suatu hal tersebut.

If children have interest, then learning happen.
Kita memahami, bahwa sejak bayi, setiap anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga menjadikan dia belajar segala sesuatu.
Sehingga pembelajaran efektif bila Ananda memiliki rasa ingin tahu atau ketertarikkan terhadap suatu hal…. dan pembelajaran yang mendalami berpotensi besar untuk dihadirkan.

Selanjutnya bagi seorang muslim, maka ada kemungkin muncul pertanyaan.
Apakah metode ini merupakan pendekatan terbaik yang ada contohnya oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam?

Bila merujuk sebagian kisah siroh, kita akan mendapati bahwa seorang Zaid bin Tsabit-pun melakukan kegiatan pembelajaran mandiri yang dia suka, yaitu mempelajari Bahasa Suryani sendiri…terlebih beliau radhiyallahu ‘anhu menyenangi literasi dan Bahasa.
Dan yang menakjubkan, proses pembelajaran tersbut hanya hitungan belasan hari.
Shahabat Zaid mempelajari sendiri, karena di Madinah tidak ada yang paham bahasa tersebut….dan pembelajaran itupun terjadi, karena beliau menyenangi bidang tersebut.
Dan pembelajaran mendalami-pun terjadi…hingga beliau menjadi seorang ahli di bidangnya…

Maka demikian pula yang bisa kita jalankan di dalam proses pembelajaran bagi anak kita.
Pada suatu waktu, tugas kita adalah memunculkan ketertarikan Ananda akan hal yang ingin mereka pelajari; menghadirkan ragam hal yang bisa men-trigger rasa ingin tahu mereka…
Selanjutnya, tidak perlu membuat pembelajaran….biarkan mereka belajar dengan sendirinya…

Wallahu a’lam…

Scroll to Top