Termaktub Dalam Salah Satu Lembar KitabNya
وَٱلْبَلَدُ ٱلطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُۥ بِإِذْنِ رَبِّهِۦ ۖ وَٱلَّذِى خَبُثَ لَا يَخْرُجُ إِلَّا نَكِدًا ۚ كَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُونَ
Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.
Dari Tafsir Syaikh As Sa’di,
“kemudian Allah menyebutkan perbedaan bumi yang disirami oleh hujan. Dia berfirman “dan tanah yang baik” yakni materi dan strukturnya baik jika disiram air. ”tanaman-tanamannya tumbuh subur” yang memang disiapkan untuknya ”dengan seizin Allah” yakni dengan kehendak dan keinginan Allah, karena sebab tidak secara independen mewujudkan musabab (akibat) sehingga Allah mengijnkannya terjadi. ”dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana” yakni tumbuh-tumbuhan yang tidak berguna dan tidak berlaku.
—
Rabbunal Karim menyajikan analogi hati dengan tanah, dan iman manusia dengan tanaman.
Sedangkan Ilmu adalah siraman air yang menjadi makanan tanaman.
Kita memahami bersama, seorang petani akan memperhatikan kondisi tanah tempat benih tanaman sebelum asupan air dan pupuk tanaman di awal bertani..
Tidaklah petani akan memberikan air pupuk untuk tanman, melainkan kondisi tanah telah gembur…
Dan bukanlah siraman air pupuk yang melimpah yang dibutuhkan oleh benih tanaman…melainkan air dan pupuk sedikit namun cukup agar benih mulai tumbuh…
Maka demikian pula dengan ikhtiar pendampingan untuk Ananda…
Tugas kita adalah berikhtiar menyiapkan hati yang gembur terlebih dahulu, untuk tanaman Iman yang tertanam dalam hati…
Hati yang gemburlah yang akan mampu menyerap dan menyimpan air hujan, bagi benih..
Bila kita tidak memperhatikan kondisi hati, limpahan ilmu akan membuat hati jenuh, sebagimana tanah jenuh yang terlalu banyak limpahan air, dan justru tidak sehat untuk tanaman…
Bagaimana kita sebagai pendidik dalam lembaga pendidikan untuk menghadirkan dan menyiapkan hati-hati ananda yang gembur?